Bunga Untuk Bunda


Bunga Untuk Bunda

Bundaaaaaa … I got something for you.”

“Oh hi, Rayyan. Sorry I fell asleep while waiting for you. You have something for me? Yay!”

“I got you this because I love you, Bunda.”

“Whoaa! Thanks, Nak but did you pluck the flower?”

“Yes, Bunda. For you.”

“Although I’m very happy but please don’t pluck plants, okay? You will destroy them you know? But thank you very much. I love it.”

“Sorry, Bunda. When I grow up and earn my own money, I will buy flower every day for you. You like flowers right? And these flowers, can you make something out of it?”

“Hmm … I can preserve them with resin then make something like keychain or anything.”

“Yay! I love you, Bunda.”

“I love you more, Rayyan.”

Siang itu rasanya bungah sekali melihat putra bungsu saya pulang dan memberikan 2 tangkai bunga mungil yang ditemuinya di jalan sepulang sekolah. Walau saya juga menegurnya karena tidak ingin ia terbiasa memetik tanaman dan mengambil yang bukan miliknya.

Rayyan memang anak lelaki yang manis. Hatinya juga lembut dan sangat penyayang. Cita-citanya kala dewasa nanti adalah menjadi seorang Insinyur dan mencari uang untuk membelikan saya bunga setiap hari.

Such a sweet gesture, Nak.

Namun, ia bukan selalu manis. Kadang juga menyebalkan, dan ini membuatnya kerap bertengkar dengan sang kakak yang 4 tahun lebih tua. Namun saya selalu mengingatkan kedua kakaknya untuk memperlakukan adik lelakinya dengan cinta dan kasih sayang.

Saya ingin membesarkan Rayyan dengan baik karena ia kelak akan menjadi pemimpin. Baik untuk orang tua dan saudari-saudarinya, juga untuk keluarganya kelak. Saya hanya ingin ia tumbuh menjadi lelaki baik yang memiliki cinta dan welas asih pada sesama.

Untuk itu saya rajin memberikannya pelukan dan kata cinta. Walaupun tetap mendidiknya dengan tegas, disiplin dan mengajarkan tanggung jawab, sama seperti 2 kakaknya.

I hope I raise you right, Son.

Bunga-bunga mungil pemberiannya kemudian menjadi sebuah gantungan kunci, anting, dan gelang. Cantik, Nak. Bunda suka.

rumahmediagrup/rereynilda

2 thoughts on “Bunga Untuk Bunda

Leave a Reply to Re Reynilda Cancel reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.