GENG … GONG


GENG … GONG

Geng, gank, tapi bukan gang … gang senggol, ya. Geng alias lingkaran pertemanan baik dekat maupun tidak. Sejak di bangku sekolah dasar saya selalu punya 1, 2 sampai 3 orang teman dekat. Biasanya mereka yang satu visi dan misi. Visi untuk menjaga silaturahim dan misi menjadi kumpulan atau geng yang bisa bikin gong.

Gong, bukan instrumen musik yang berukuran besar dan bunyinya bikin kepala sakit bukan kepalang. Gong berarti ada hasil atau aktifitas bermanfaat dari geng alias hubungan pertemanan.

Mengapa harus membentuk kumpulan atau geng?

Buat saya, mencari sahabat atau teman dekat itu ibarat mencari pasangan hidup. Selayaknya satu frekwensi, untuk menghindari selisih. Walau debat untuk bermufakat pasti ada dan itu manusiawi. Namun satu frekwensi biasanya menghasilkan sisi pemakluman dan penerimaan lebih. Jadi, bisa berfokus pada pengembangan diri masing-masing, bukan hanya ribut tanpa hasil.

Beberapa lingkaran pertemanan itu ada yang buat saya sangat berkesan. Terutama karena saya merasa memiliki sahabat sepenanggungan. Bukan hanya mereka yang ada kala senang, namun mereka yang juga bergerak cepat kala sedu sedan akibat meriang. Setidaknya ada lebih dari 8 geng yang saya punya, dan semua luar biasa.

Sebut saja, sebuah grup alumni di wilayah Depok yang biasanya setiap saya mudik, pasti kami bertemu untuk sekedar bernyanyi riang atau bicara lepas. Geng saya yang ini luar biasa keren. Tanpa banyak bicara dan berdebat kosong, mereka contohnya bergerak dengan cepat membantu korban banjir kemarin. Beberapa teman membuka dapur umum darurat di rumahnya, dan mengirimkan makanan serta bahan kebutuhan bagi para korban banjir. Dada saya sesak, mata berkaca-kaca. Ingin rasanya berada di sana dan membantu semampunya.

Geng ini memang luar biasa. Bukan hanya cepat tanggap terhadap lingkungan, mereka juga mengadakan beberapa pelatihan untuk menambah ilmu dan pengetahuan, baik untuk sesama anggota geng maupun masyarakat umum. Masih juga berpartisipasi membantu beasiswa para junior, lho. Keren abis!

Ada juga beberapa geng saya semasa sekolah. Dari mereka saya banyak belajar tentang hidup yang tidak mudah, juga saling bertukar cerita dan berbagi rasa. Beberapa memang jarang bertemu muka karena jarak, namun mereka tetap geng saya yang selalu di hati dan ingatan.

Di Singapura, saya juga memiliki beberapa geng alias komunitas lintas keseruan. Bagaimana tidak seru, saya memiliki geng ibu jalan-jalan yang selain mengantarkan saya mengelilingi negara ini sambil berolah raga, juga sesekali berpartisipasi membersihkan lingkungan di pinggir pantai. Walau saya belum berkesempatan bergabung karena waktu yang tidak memungkinkan. Hiks!

Ada juga geng tempat saya berdiskusi dan menimba ilmu agama lebih dalam. Ada lagi geng yang di dalamnya adalah kami yang selain bersahabat juga melakukan project bersama. Hasilnya lumayan buat menambah isi tabungan plus jajan.

Keren, kan?

Hari ini saya juga bertemu salah satu anggota geng Marching Band semasa kuliah dulu. Mungkin sudah 25 tahun kami tidak bertemu, hanya berkomunikasi melalui jalur pribadi dan sosial media.

So many things to catch up in such a short time. So good to finally meet you again, Li!

Jadi, nge-geng tidak selalu berkonotasi negatif, kan? Berkumpul bersama segelintir teman dalam sebuah geng, yang kemudian menghasilkan banyak kegiatan positif sebagai gong. Karena hidup tidak melulu tentang diri kita semata. Ada lingkungan yang membutuhkan peran serta kita bersama para sahabat. Karena itu saya butuh geng untuk membunyikan gong bersama.

Nevertheless, geng saya yang paling pengertian dan luar biasa penuh dengan pemakluman adalah The Bulls, geng saya dengan suami dan 3 bocah di rumah. Hahaha!

I love You, Gengs!

rumahmediagrup/rereynilda

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.