TAJIN – Where The Story Begin


TAJIN – Where The Story Begin

Saya seringkali menyebut air tajin di beberapa cerita yang saya buat. Sebagian besar pada nggak percaya kalau saya memang membesar dengan minum air tajin.

Air tajin adalah air rebusan beras. Ternyata menurut penelitian memiliki kandungan yang baik dan bermanfaat bagi tubuh. Bahkan dipercaya bisa membantu mengatasi sembelit pada bayi.

Why oh why? Kenapa mama saya memberikan air tajin dan bukan susu?

Begini ceritanya ….

Mama saya terlahir dari keluarga berada. Karena sang ayah, almarhum kakek saya, dulunya adalah seorang Komandan Distrik di sebuah kota kecil di Jawa Timur bernama Lumajang. Mungkin setingkat Kapolres kalau sekarang. Almarhum terkenal dengan julukan “Pak Polo” atau pak kepala. Ia begitu disegani sampai-sampai penduduk sekitar selalu membungkuk dan menundukkan kepala setiap kali melintasi depan rumahnya sambil berkata “Permisi Pak Polo,” dalam bahasa Jawa.

Papa saya dulunya adalah seorang Polisi nyentrik anak buah kakek saya. Ia datang dari keluarga yang serba kekurangan. Bahkan ketika datang ke Jakarta untuk mendaftar sebagai anggota Polisi dulu, ia hanya berbekal sebuah kotak koper kayu mirip seperti yang dipakai almarhum Benyamin. S di salah satu film nya. Bersandal jepit pula. Sementara teman-teman seangkatannya datang dengan sepatu dan pakaian rapi. Tapi otaknya memang encer. Papa terkenal sangat pintar di sekolah dulu. Matematikanya? Beuh jangan ditanya. Canggih! Ia juga suka menulis dan membuat puisi.

Singkat cerita mereka menikah setelah melalui cerita yang panjang bak sinetron ratusan episode. Berbumbu penolakan dari pihak keluarga mama sampai kemudian mereka pindah ke Jakarta setelah saya lahir.

Beberapa tahun pertama dalam hidup saya lewati tanpa kehadiran papa. Karena ia bertugas membela negara ketika perang Timor Timur dulu. Saking gak pernahnya ketemu, saya sempat nangis kejer ketika suatu hari seorang lelaki gondrong, berkumis, dan berjanggut berusaha menggendong saya.

Lelaki itu adalah Papa.

Tahun-tahun setelahnya adalah yang terberat dalam hidup mereka, karena harus bertahan hidup di masa sulit. Gimana mau beli susu, untuk makan saja harus setengah mati mencari. Papa tidak mau bergantung pada keluarga mama, sementara Mama begitu sabar serta setia mendampingi suaminya. Walau harus menukar segala kemewahan sebagai anak seorang komandan dengan sejuta kesulitan sebagai istri prajurit.

Di rumah kecil mereka di barak Asrama Brimob dulu, hanya ada sebuah kotak koper kayu yang kadang berfungsi sebagai meja, kadang sebagai kursi. Inilah masa dimana saya dikenalkan dengan air tajin. Untungnya saya kecil adalah anak yang manis dan tidak banyak menuntut. Makanan dan minuman apapun yang masuk mulut saya terima dengan lahap. Jadi minum air tajin bukan masalah besar buat saya kala itu.

Demikian lah cerita The Tajin Saga dimulai. Si anak air tajin yang walaupun tumbuh menjadi remaja pendiam yang pemalu dan tidak punya kepercayaan diri, tiap tahun maju menerima piagam juara kelas. Bahkan membuat sang papa yang terkenal galak mendadak cengeng karena meneteskan airmata kebahagiaan.

So, thanks to you air tajin. Karenamu si anak tajin dari rumah barak sederhana itu, bisa melanglang buana kemana saja ia mau dan bisa minum apa saja yang ia suka.

So be grateful, be kind, and always be humble. Karena roda kehidupan, entah berputar ke arah mana, kita tidak pernah tahu.

rumahmediagrup/rereynilda

2 thoughts on “TAJIN – Where The Story Begin

  1. Tossss mbak Rere😍😍Kirain aku doang yang pernah minum air tajin mbak😍iya org2 ga percaya kl diceritain. Eh tp emg bener ya.air tajin tuh enaaaaak segeeer tambah gula merah. Dan ga nyangka bikin aku juara kelas juga😍

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.