SAHM Be Like


SAHM Be Like

Tahun ajaran baru, buku-buku baru, seragam-seragam baru, another headache for moms.

Terutama orang tua dengan 3 atau lebih anak. Dua hari ini saya mondar-mandir ke sekolah untuk membeli buku, seragam, dan printilan sekolah. Lusa giliran mengurus perlengkapan sekolah si bungsu. Ujung Minggu giliran mengurus sekolah Madrasah mereka.

Full kan jadwal saya? Luar biasa ya. Hahaha.

Hari ini sepagian saya di sekolah menengah 2 putri saya, karena harus mengembalikan beberapa buku yang tidak perlu. Kemarin setelah melakukan daftar ulang SMP, kami diarahkan untuk langsung membeli buku yang sudah berbentuk bundle. Satu paket per anak. Nah, jika ada buku yang tidak perlu dibeli maka hari ini adalah kesempatan kami para orang tua untuk mengembalikan dan mendapat pengembalian biaya atau refund. Kebetulan beberapa textbook milik sang kakak masih bisa dipergunakan. Lumayan.

Saya juga harus menukar seragam sekolah yang kebesaran. Padahal sebelum berangkat kemarin, saya sudah menyuruh Lana untuk mencoba seragam sang kakak. Jadi kami bisa bergerak cepat untuk membeli seragam sekolah tanpa harus bolak balik mencoba. Pihak sekolah juga sudah menyediakan measuring tape atau tali ukur dan memberikan pengarahan pada para orang tua. Jadi kami diajak untuk mengukur anak masing-masing demi mempercepat antrian pembelian baju. Keren, ya?

Namun sayangnya kemarin sekolah hanya membuka loket pembelian seragam saja. Jadi hari ini saya kembali untuk membeli pakaian olahraga, kaos kaki, printilan kelengkapan seragam, dan juga sekaligus menyerahkan beberapa dokumen ke General Office. Saya juga harus kembali ke toko buku sekolah untuk membeli buku-buku si sulung yang tidak tersedia kemarin.

Ribet? Nggak, sih.

Saya mencatat apa saja yang harus saya lakukan hari itu, seperti biasa. Termasuk apa yang harus saya tukar atau beli baru. Tidak lupa, saya menggeret-geret trolley berukuran besar yang biasa saya bawa untuk berbelanja ke pasar. Berat, bok!

Selesai? Belum.

Sepulangnya dari sekolah, saya pergi berbelanja kebutuhan dapur. Trolley besar saya pun kembali penuh terisi barang belanjaan sampai menumpuk tinggi, bercampur dengan buku dan seragam sekolah.

Oh well, liburan anak-anak memang belum usai. Tapi liburan sang Stay At Home Mom usai sudah. Saya harus kembali ke habitat sebagai seorang Ibu dengan tangan gurita, yang kuat bak Samsonwati dari pedalaman Amazon.

Jadi pingin nyanyi, back to life … back to reality. Saya minum kopi dulu biar kuat, deh.

Semangat!

rumahmediagrup/rereynilda

2 thoughts on “SAHM Be Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.