DENDAM – Bhisma (9)


DENDAM – Bhisma (9)

“Papi kenapa tidak pernah membela diri ketika disakiti? Papi kan lelaki, perawakan tinggi, dan kuat, mengapa tidak pernah melawan Mami? Kiara takut melihat pertengkaran kalian setiap hari. Kiara mau ikut Oma saja!”

Tangis gadis kecil itu pecah. Ia memeluk sang Ayah yang menunduk sambil menahan perihnya darah yang mengalir dari sudut bibirnya. “Kiara akan paham kelak, mengapa Papi berdiam diri. Suatu hari nanti.”

Bhisma menatap lembut putri kecilnya yang dulu kerap membersihkan tetesan darah yang mengalir di sudut bibirnya. Setiap kali sang istri mengamuk dan melampiaskan amarah dengan menyakitinya. Kiara tidak pernah tahu bahwa sang Ibu menderita gangguan mental. Ia adalah seorang Bipolar.

Penderita Bipolar akan mengalami perubahan kondisi psikis yang ditandai dengan perubahan suasana hati yang sangat ekstrem berupa mania dan depresi. Suasana hatinya dapat berganti secara tiba-tiba antara bahagia dan sedih yang berlebihan, tanpa sebab yang pasti. ¹

Bhisma menerima semua sakit akibat perlakuan sang Istri, karena terikat hutang budi bercampur rasa bersalah, karena dulu pernah mengkhianati janji. Shinta, sang Istri, adalah putri seorang petinggi negeri. Ia dulu begitu manis dan lembut hingga mampu meluluhkan hati Bhisma yang seorang ‘workaholic’.²

Ya. Bhisma bekerja tanpa kenal lelah karena ia bukan terlahir dari keluarga yang kaya raya. Ia hanya seorang pegawai kecil di sebuah perusahaan swasta. Berkenalan dengan Shinta membawa perubahan besar dalam hidupnya. Bhisma kemudian akrab dengan gelimang harta. Walau setelah menikah baru kemudian ia sadar, mengapa orang tua Shinta menyetujui hubungan mereka.

Sambil menangis dan memeluk Bhisma, Ayah Shinta memintanya untuk bertahan menghadapi sang putri, dan menjanjikan jabatan bergengsi di perusahaan milik keluarga mereka. Walau bayarannya adalah menerima semua perlakuan Shinta yang tidak sewajarnya. Perlakuan yang membawanya pada sebuah hubungan terlarang dulu.

“Papi … Papi dengar tidak? Papi marah, ya? Maafkan Kiara, Pi.”

“Papi tidak marah, Nak.”

“Kiara perlu bilang Mami? Kiara takut Mami ngamuk lagi nanti.”

“Tidak usah memberitahu Mami. Siapa lelaki itu, Nak?”

Bhisma mengusap rambut indah sang putri dengan lembut. Walau ia harus mengatur degup jantungnya yang tidak karuan setelah mendengar pengakuan Kiara.

Putri bungsu yang disayanginya itu hamil, dan lelaki itu adalah sang CEO di salah satu perusahaannya. Lelaki yang sebenarnya dikagumi Bhisma karena semangat kerja dan kecerdasannya yang luar biasa. Namun lelaki itu sudah beristri.

Bhisma menghela nafas panjang, “Papi ingin bertemu dengannya berdua saja.”

“Mengapa kau ingin menikahi Kiara? Kau kan sudah beristri, Indra?”

“Kiara mengandung anakku, Pak. Istriku sudah meninggalkan rumah. Ia lari bersama lelaki selingkuhannya, entah kemana. Aku tidak bisa menemukannya dan sebelum ia pergi, sebenarnya kami telah memutuskan untuk berpisah.”

Bhisma menatap Indra lekat. Ada perasaan tidak biasa berkecamuk dalam hatinya, sejak ia pertama kali menatap lelaki di hadapannya ini beberapa tahun yang lalu. Lelaki yang begitu karismatik, misterius namun cerdas, hingga mampu membawa perubahan besar di salah satu perusahaan yang dimilikinya. Dan tanpa ragu, Bhisma menjadikannya seorang CEO.

Indra Dewabrata. Mata teduh lelaki ini mengingatkannya pada seseorang. Seseorang yang dulu mengisi relung hatinya. Seseorang yang terpaksa dicampakkan atas nama reputasi dan gelimang harta. Entah di mana sekarang ia berada. Ada geliat rindu di sudut hati Bhisma.

“Baiklah, kita akan menyusun rencana pernikahan secepatnya, sebelum perut Kiara semakin membesar. Terima kasih karena kau sudah berani bertanggung jawab.”

“Terima kasih Pa … k Bhisma.”

“Panggil aku Papi. Sama seperti bagaimana Kiara memanggilku. Kau akan menjadi anakku sebentar lagi, kan?”

Senyum bahagia Bhisma berbalas kilatan di mata teduh itu.

“Baik … Papi.”

“Yes! Akhirnya aku akan menikah dengan Indra! Mereka tidak boleh tahu kehamilan pura-puraku ini.”

Dari balik kamarnya, Kiara menari. Ia berputar mengelilingi kamar tidurnya yang luas dan megah sambil tertawa tertahan dengan bahagia.

Tangannya meraih gawai di hadapannya. Kemudian menghapus sebuah pesan singkat berisi gambar hasil tes kehamilan milik seorang sahabatnya.

(Bersambung)

Daftar Pustaka:

1. Gangguan Bipolar, dr. Tjin Willy, 30 November 2018, https://www.alodokter.com/gangguan-bipolar. Diakses pada 15 Oktober 2019.

2. Workaholic Meaning, Cambridge Dictionary, 2019, dictionary.cambridge.org. Diakses pada 15 Oktober 2019.

rumahmediagrup/rereynilda

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.