PERSEVERE – Tega? Nggak Tega?


PERSEVERE – Tega? Nggak Tega?

Berapa banyak dari kita adalah ibu yang mudah jatuh tidak tega? Berapa banyak yang sebaliknya?

Saya? Ratu Tega. Hahahaha!

Saya tipe ibu yang akan membiarkan anak-anak terjatuh, glundhang glundhung, gedubrak gedabruk, nyungsep, njlungup, nggeblak, hingga memar sana sini. Ketika mereka menangis karena jatuh, akankah saya serta merta menolong? Sorry, guys. Bangun, Nak. Bangun sendiri.

Tega banget, ya? Apa sadis? Hahahaha! Saya biasanya hanya akan mengamati dan menyemangati dari jauh saja.

The world outside is not as beautiful as a fairy tale, kids. Ada kesulitan, kesusahan, batu sandungan, dan tidak semua orang yang kamu temui kelak berhati baik. Pendeknya, ada bermacam-macam hal yang tidak mudah juga tidak menyenangkan untuk dilalui.

Get up and stand up on your own feet. If you failed, get up and try again. Still fail? Get up and try harder, because I believe. I believe in you.

Saya percaya mereka kuat dan bisa.

Jika kamu terjatuh, bangun, dan berdiri lagi dengan tegak. Begitu terus sampai hasil akhirnya adalah keberhasilan. Seperti apa yang terjadi pada si bungsu, Rayyan. Di hari pertama ia belajar bermain ice skating bersama kedua kakaknya.

Jatuh bangun lelaki kecil itu berusaha berdiri tegak di atas arena. Saya hanya melihat dari jauh dan terus berteriak, “Come on Rayyan, you can do it! Come on Lana, slide and balance! Yay, Kakak Lara, good job!”

Saya tahu sulitnya sekedar berdiri menyeimbangkan tubuh di arena itu. Belum lagi sakitnya punggung dan bokong karena harus berulang kali terjerembab jatuh. Ditambah sakitnya kaki karena sepatu yang beratnya minta ampun dan keras seperti batu. Tapi mengeluh kah mereka?

“My leg hurts, Bunda.”

“So do you want to quit?”

“No. I’ll try again.”

Persevere!

Tak perlu jadi Ibu yang terlalu parno karena terlalu ingin melindungi anak-anak. Biarkan mereka sesekali terjatuh. Tugas kita hanya memberi bekal mental yang cukup. Tugas kita hanya mengamati dan menyemangati. Biarkan mereka belajar berdiri sendiri untuk kemudian memutuskan apakah akan terus atau berhenti.

“So, do you still want to go ice skating next time?”

“Yes!”

“Even when you have to fall here and there?”

“It’s still fun, Bunda. I started to balance and knew how to slide and balance already. Thank you for bringing us here.”

Bunda,

Arahkan mereka jangan sekedar sediakan.

Nasehati mereka bukan serta merta ambil alih.

Semangati mereka bukan hanya melontar cacian.

You can do it!

rumahmediagrup/rereynilda

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.