Minggu Untuk Kawatku Dan Kawatmu


Minggu Untuk Kawatku Dan Kawatmu

“Kak, ajarin wire weaving, dong.”

Ayok!”

Tanpa berpikir dua kali, saya mengiyakan ajakan seorang teman untuk membuat sebuah workshop semasa saya mudik. Saya memang ingin setiap mudik saya berarti. Bukan sekedar liburan dan bersantai tanpa arti. Kalau bisa sih, inginnya selalu berbagi.

Wire weaving atau tehnik menenun kawat ini baru saya tekuni beberapa bulan belakangan. Awalnya karena saya penasaran bagaimana mungkin segulung kawat sederhana bisa menjelma menjadi sebuah perhiasan cantik. Bros, bandul kalung, cincin, gelang … dari kawat.

Wow! Interesting!

Belajar melalui media online atau melihat video tutorial di kanal video berbagi pun saya jalani. Sisanya? Freestyle. Saya hanya mengikuti kemana mood saya pergi melalui beberapa desain yang saya buat.

Selama ini saya hanya membuat untuk digunakan pribadi atau pesanan keluarga sendiri. Asik rasanya duduk membuat sesuatu dari kawat kemudian memakainya. Bangga lho memakai hasil buatan tangan sendiri atau melihatnya dipakai orang lain. Bahagia!

Duduk seharian menguwer kawat, bisa saya lakukan demi menghasilkan beberapa jenis karya. Namun mengajarkannya pada orang lain belum pernah terlintas sama sekali dalam benak. Tapi bukan saya namanya kalau tidak bersedia menerima tantangan.

Let’s give it a try!

Hari Minggu kemarin akhirnya saya berkesempatan mengenalkan tehnik menenun kawat ini kepada beberapa teman alumni universitas. Sekaligus mengajarkan dasar pembuatan gantungan kunci sederhana menggunakan uv resin yang juga baru saya tekuni.

Antusiasme para peserta terlihat jelas di antara kernyitan dahi dan sakitnya jemari memuntir-muntir kawat yang ternyata keras. It looks easy, yet it’s not. Seru sekali!

Pengalaman pertama bagi para peserta yang hasil akhirnya ternyata kece berat! Good job semua! Bangga rasanya melihat mereka menikmati hari Minggu yang cerah kemarin dengan menghasilkan sebuah karya cantik dari tangan sendiri. Keren kan hasilnya?

Saya hanya berharap, mereka tidak kapok walau mungkin hari ini ibu jari mereka akan terasa senut-senut nyeri, setelah menaklukkan gulungan kawat yang keras kepala. Yang penting tetap semangat semua, ya!

Untuk saya, yang baru pertama kali mengajar di sebuah workshop, ternyata kegiatan ini jadi menyenangkan. Mungkin saya mulai nyandu … kecanduan mengajar. Hahahaha! Bahkan sedikit berharap ini akan menjadi awal dari banyak kelas workshop selanjutnya. Walau saya jadi harus dan wajib belajar lagi.

There’s always the first time for everyone.

(Sumber Foto: FB Page Kagama & Kagama Depok)

rumahmediagrup/rereynilda

2 thoughts on “Minggu Untuk Kawatku Dan Kawatmu

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.