DENDAM – Suci (2)


DENDAM – Suci (2)

“Halo, Mas.”

“Halo, Sayang.”

“Aku … aku hamil.”

“Mas? Halo? Halo?”

Hening di sudut sana. Lelaki itu meletakkan gawainya kemudian memerintahkan seseorang untuk mentransfer sejumlah uang ke sebuah nomor rekening.

Perempuan muda berambut panjang di sudut yang lain itu pun kebingungan. Sambungan gawainya mendadak terputus. Seperti perasaannya yang hari itu bak layangan putus. Ada janin yang bersemayam dalam perut langsingnya, hasil hubungan terlarang dengan seorang pengusaha muda yang tampan yang terkenal. Suami seorang putri petinggi negeri.

“Aku sudah mengirimkan sejumlah uang ke rekeningmu. Gugurkan segera!” Deretan kalimat yang nampak di layar gawai miliknya, semakin membuatnya putus asa. “Tega sekali kamu, Mas.” Dikirimkannya balasan untuk sang kekasih sebelum melemparkan gawai mahal pemberian sang lelaki tampan itu ke dinding kamarnya.

Perempuan cantik itu menangis tersedu sambil mengusap perutnya dengan lembut.

“Aku akan membesarkanmu sendiri, Nak. Tidak ada seorangpun yang bisa memisahkan kita. Tumbuhlah besar hingga kelak kau bisa membalaskan sakit hati Ibu.”

Secepatnya ia memasukkan beberapa helai baju dan perlengkapannya ke dalam sebuah koper. Ia akan meninggalkan kota ini membawa seluruh dendam dan kemarahannya, bersama janin di dalam perutnya. Perempuan muda bernama Suci itu pun pergi melepaskan seluruh kenangan bersama sang kekasih yang begitu dicintainya. Kekasih yang kerap berjanji akan menikahinya, namun hari itu dengan tega justru ingin membunuh buah cinta mereka.

Dua belas tahun berlalu, sang janin telah tumbuh menjadi seorang bocah lelaki yang tampan. Bocah lelaki yang hidup dalam keadaan serba kekurangan, namun begitu menyayangi sang Ibu. Bocah lelaki yang kerap melihat para “Om” yang bergantian keluar masuk rumah sempit mereka, kala ia sedang belajar di bawah sinar lampu temaram. Ia tahu setelah para Om datang, mereka baru bisa makan.

Malam itu, ia mendengar suara sang Ibu menjerit dan menangis minta tolong. Gaduh sekali di dalam kamar. Dengan perasaan takut ia mengintip lewat lubang di pintu yang memang sudah hampir ambruk. Matanya memerah ketika melihat sang Ibu jatuh terduduk di sudut kamar sempit itu. Setengah berlari, ia mengambil pisau dapur kemudian membuka pintu, dan menghunusnya ke punggung lelaki yang dipanggilnya Om itu.

“Astaga! Apa yang kau lakukan, Nak!” Teriakan lemah sang Ibu tak juga menghentikannya. Ia berkali-kali menusukkan pisau tajam bekas memotong ikan yang dipakai sang Ibu tadi siang. Hingga lelaki jahat itu menggelepar kemudian ambruk.

Usia bocah lelaki itu memang baru 12 tahun. Tapi badannya tinggi besar bak remaja lelaki berusia 16. Ia kemudian terduduk lemas dan gemetar, tangannya berlumuran darah.

“Kemari, Nak.”

Airmata tertumpah di pipi bocah lelaki itu melihat tubuh sang Ibu yang lemah tak berdaya. Wajahnya pucat, lebam di sana sini, dan dahinya mengeluarkan darah. Ia mengambil pisau yang ada di genggaman putra kesayangannya, kemudian mengulurkan dompet dan menyuruh sang bocah mengambil secarik kartu nama di dalamnya.

“Cari, Ayah … mu. Maafkan I … bu,” terbata-bata ia bersuara hingga akhirnya kepala perempuan cantik itu terkulai, di lengan bocah lelaki yang gerahamnya gemerutuk menahan amarah.

“Saudara Indra … Halo, Indra. Indra Dewabrata.”

“Oh, maaf. Maaf, Pak.”

“Selamat. Anda lulus dengan nilai sangat memuaskan.”

Lelaki tampan itu tersenyum sambil mengusap airmatanya. Ia memandang selembar foto yang dijepitkan di lembar persembahan skripsi tebalnya. Foto tua yang telah lusuh dan berwarna kekuningan, berisi gambar sang Ibunda tercinta bernama Suci Diandra.

(Bersambung)

rumahmediagrup/rereynilda

One thought on “DENDAM – Suci (2)

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.