Saya Bisa … Harus Bisa


Saya Bisa … Harus Bisa

“Duh, bikin apa ya buat workshop nanti. Bingung. Ide-ide seperti stuck nggak mau keluar.”

Minggu lalu saya mulai harap-harap cemas memikirkan datangnya hari Minggu depan. Hari saya harus mengajarkan tehnik dasar melilit kawat pada beberapa peserta. Di Singapura, ide itu mengalir tanpa bisa terbendung. Hingga ada saja karya saya hasilkan setiap hari.

Bukan cuma melilit kawat, menulis pun rasanya saya kebingungan karena tidak punya bahan sama sekali. Saya hanya mampu termenung di hadapan gawai yang sudah hampir 30 menit dalam genggaman tanpa berbuah apa pun.

“Ah, malas. Besok saja saya coba lagi.”

Akhirnya saya mengalihkan kemalasan ke hal lain, yitu makan. Bahaya, kan? Hahaha! Sampai akhirnya sebuah unggahan dari seorang teman menampar saya.

Beberapa waktu lalu saya sempat mengikuti sebuah ajang tantangan menulis selama berpuluh hari. Ajang yang “memaksa” saya untuk terus menulis dan keluar dari zona nyaman. Menulis artikel, cerita pendek, cerita bersambung, menerjemahkan gambar, dan banyak lagi. Tertatih-tatih saya berusaha menyelesaikan tugas dengan segenap kemampuan yang terbatas.

Semakin merasa kecil saya, ketika melihat tulisan para peserta yang lain. Gila! Keren-keren banget! Ditambah lagi saat melihat satu persatu nama mereka disebut sebagai peserta dengan tulisan terbaik dan bukan nama saya, rasanya makcles, minder. Saya harus banyak belajar dari mereka. Harus!

“Mak, selamat ya!”

He? Saya? Selamat?

Reynilda Hendryatie. RNB 54. Tiga belas kali kategori tulisan terbaik.

Ha? Tulisan terbaik? Saya? Masak? Serius?

Hooraaayyy!

Seketika kemalasan saya punah, berganti dengan lemparan confetti berwarna-warni di dalam kepala. Malu rasanya mengetahui para juri memilih tulisan-tulisan saya, sementara saya sedang berada di puncak kemalasan. Saya harus mengaktifkan kembali urat-urat kreatifitas dalam diri. Harus!

Bangun, Re! Buat sebuah karya walau sederhana! Nulis lagi! Lilit kawat-kawat mu lagi! Karena menjadi yang terbaik berarti banyak yang mengapresiasi isi kepalamu. Untuk itu, jangan malas dan menyerah layu. Hirup secangkir kopi hangatmu dan duduk di meja untuk berkarya walau menetes peluhmu.

Terima kasih dewan juri dan Rumah Media. Thank you for boosting my energy and confidence again.

Kamu, saya, kita semua keren!

rumahmediagrup/rereynilda

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.