Mudik – Kota Tua


Mudik – Kota Tua

“Kota Tua, yuk? Belum pernah ke sana.”

Seumur-umur tinggal di ibukota, saya belum pernah sekalipun mengunjungi Kota Tua. Sebuah sudut di kota Jakarta yang bersejarah dan penuh spot cantik untuk berswafoto. Instagrammable kata anak jaman sekarang.

Akhirnya dengan semangat 45 berangkatlah saya, bersama 2 orang sahabat di masa sekolah, menuju Kota Tua. Sebelum sampai di sana, kami terlebih dulu menyusuri sepanjang jalan Sudirman, mumpung ada Car Free Day di Minggu pagi. Saya juga sudah lama sekali ingin merasakan berada di tengah-tengah ibukota yang lengang tanpa padatnya kendaraan.

Takjub rasanya bisa menyusuri sepanjang jalan Sudirman dan berfoto di depan patung Sang Jendral. Termenung saya berdiri di depan Tugu Selamat Datang dan air mancur yang menjadi ikon Jakarta yang berada di bundaran Hotel Indonesia. Rasanya girang bukan kepalang.

Bak bocah kecil yang gembira mendapat mainan baru, saya menikmati setiap detik perjalanan walau panas begitu menyengat hingga ke tulang rasanya. Berdecak kagum dengan kemajuan ibukota yang begitu pesat. Kereta-kereta dan transportasi umum yang bersih, disiplin masyarakat yang mulai terbentuk dengan baik, ahhhh … menyenangkan sekali!

Sesampainya di Kota Tua, kami beristirahat sejenak di sebuah rumah makan yang berkonsep kolonial. Bangunan yang klasik, suasana yang asik, seakan membawa kami kembali ke masa silam. Sahabat saya yang bertindak sebagai tour guide hari itu pun bahkan sempat tertidur pulas di sofa restoran yang empuk dan nyaman. Ia memang sedang tidak enak badan namun tetap bersedia menemani kami berkeliling ibukota.

Thanks, Dear!

Setelah puas menikmati kuliner dan berfoto di beberapa sudut yang apik, kami melanjutkan perjalanan. Kemana? Asemka. Lagi. Hahahaha! Ternyata ada beberapa barang yang belum saya angkut di hari ke 2 mudik saya waktu itu. Harga barang yang murah serta banyaknya ragam pernak-pernik di sana membawa saya kembali mengunjunginya lagi. Asik! My playground!

Perjalanan kemarin seperti mengulang beberapa memori di kepala kami bertiga. Yang dulu kemana-mana selalu bersama, turun naik angkutan umum yang belum secantik sekarang. Ditambah lagi suasana Kota Tua yang begitu menawan di setiap sudutnya. Bak menonton film layar lebar berwarna hitam putih khas tahun 60 an. Keren! I will be back with my kids! Saya ingin datang lagi bersama anak-anak untuk mengenalkan mereka pada Jakarta tempo dulu.

Kota Tua di sudut Jakarta yang membuat hati mengharu biru dan memutar banyak kenangan.

How I love mudik!

(Bersambung)

rumahmediagrup/rereynilda

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.