Jadi Petinju – Be You


Jadi Petinju – Be You

Pagi ini saya melihat sebuah iklan perawatan kulit wajah yang singkat namun cukup menyentuh. Paling tidak bagi saya.

“Aku harus jujur pada Mama.” ujar seorang gadis muda berhijab yang sedang menghapus foundation yang menutupi lebam di pipinya.

Ia diceritakan sedang gemar berlatih tinju namun tidak berani mengatakan pada sang Mama. Hingga kerap berbohong dan mengatakan bahwa ia terlambat pulang karena menghabiskan waktu untuk membaca buku di perpustakaan.

Setelah menghapus lapisan make up di wajahnya, ia pun pulang ke rumah dan disambut sang Mama yang terkejut melihat lebam di pipinya.

“Aku lagi latihan jadi petinju, Ma.” Ujar si gadis di hadapan sang Mama yang disambut pelukan hangat.

“Mama akan selalu dukung kamu,” jawab sang Ibu menutup iklan singkat nan manis itu. Saya tersentuh dan senyum-senyum sendiri.

Kenapa iklan singkat itu begitu menyentuh hati dan melekat di kepala saya?

Kemarin, jaket pesanan Lana yang ditunjukkannya pada saya menjelang mudik, akhirnya datang. Ia yang tidak percaya bahwa ternyata jaket yang sudah lama diincarnya itu bisa dibeli di Indonesia, tersenyum bahagia.

“I feel like crying,” ujarnya. Saya sampai terharu mendengarnya, karena ini adalah barang pertama yang pernah dimintanya pada saya. Sang putri kecil kemudian mengucapkan terima kasih dan segera memakai jaket berbentuk unik itu.

Kemudian, ketika sedang dalam perjalanan menuju ke suatu tempat, giliran sang Kakak menunjukkan sebuah foto melalui pesan singkat. Foto yang dikirim Lara melalui gawainya itu membuat saya tertawa. Mau kemana pakai baju Cosplay begitu, Nak? Hahaha.

“I like the jacket, Bunda.”

Saya tidak mungkin menertawakan pilihan putri saya itu di hadapannya langsung. Saya menghargainya namun juga berdiskusi dengannya. Saya berusaha menempatkan diri dengan bijaksana sebagai seorang ibu dan juga sahabat. Ia bebas mengutarakan keinginan walaupun tetap saya berikan batasan.

Bunda juga dulu pernah seumurmu, Nak. “Let’s talk about this.”

Bagi saya ini bukan semata persoalan membeli sebuah jaket. Ini adalah bagaimana saya menghargai apapun pilihan anak-anak. Saya membebaskan mereka memutuskan apapun asal tetap berkata jujur dan tahu segala konsekuensinya. Saya hanya bertugas mengawasi bukan sekedar membatasi, memberikan batasan bukan semata larangan. Juga mengajarkan mereka untuk terbiasa membuka diri dalam ruang diskusi sebelum memutuskan yang terbaik bagi semua.

Lalu, bagaimana akhirnya masalah jaket Lara?

“So, do you still want the outfit, Kak?”

“Yes, Bunda. Can I? I will wear long pants with the skirt.”

“Okay. What if I can only find the jacket?”

“It’s okay. I’m fine with it.”

“Alright.”

Beres. Semua senang, semua bahagia, tanpa banyak drama.

Baru juga jaket, jadi petinju juga kamu boleh kok, Kak. Asal Bunda ada di samping mendampingi setiap langkahmu. Just be you.

Kalau ada yang macam-macam, Bunda tinggal melayangkan tinju.

rumahmediagrup/rereynilda

3 thoughts on “Jadi Petinju – Be You

Leave a Reply to bank_al Cancel reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.