Sawang Sinawang


Sawang Sinawang

“Kamu sih enak hidupnya. Penuh dengan puja puji, nggak pernah susah, dan penuh dengan kata-kata manis.”

Pada suatu kesempatan, seseorang pernah mengatakan hal ini pada saya. Memang tidak secara langsung, hanya lewat deretan kata yang ditulisnya melalui kolom komentar di salah satu unggahan saya. Saya hanya tersenyum membacanya dan membalas singkat,

You know nothing about me. So stop assuming.”

Saya tidak marah padanya. Tidak juga menyimpan dendam walau bagi saya komentar singkat itu membuka banyak luka dalam hati. Saya memang tidak benci padanya, tapi saya memilih menjauh dan menyimpan deretan kata itu sebagai salah satu pengingat diri.

“Saya tidak boleh berasumsi. Saya tidak akan pernah menghakimi. Saya tidak akan membiasakan diri sembarangan berkomentar ketika tidak tahu pasti. Saya harus bersikap baik pada semua orang dan tidak boleh menyakiti semua hati yang saya temui.”

Terima kasih untukmu, karena komentar singkatmu begitu penuh dengan pelajaran hidup. Hidup yang sejatinya sawang sinawang. Hidup yang tergantung dari mana dan bagaimana kita memandang.

Kehidupan saya yang tidak diketahui sang pemberi komentar namun tampak begitu sempurna, paling tidak di matanya. Hidup saya yang jatuh bangun, perih, dan lukanya mungkin tidak pernah terpikir bahkan terbayang dalam benaknya. Baginya, kehidupan saya bak dongeng pengantar tidur yang manis, dan tidak pernah mengalami pahitnya berjalan dalam badai bahkan hujan gerimis.

Teman, semua orang pernah mengalami perjuangan hidup yang kita tidak pernah tahu. Karena tidak semua orang begitu dramatis mengungkapkan setiap sisinya yang pahit dan tidak manis. Everybody has their own struggles we know nothing about. Everyone you meet is fighting a battle you know nothing about.

Tidak perlu repot membandingkan diri dengan orang lain. Karena mungkin ia pernah tersandung kerikil tajam atau tersayat pisau kehidupan yang kita tidak pernah tahu bisa ia alami. Tidak perlu juga sibuk menghakimi seseorang ketika pandangan mata kita sendiri berwarna abu-abu tentang apa yang pernah menghampirinya. We never know.

Urip iku sakjane sawang sinawang. Mung nyawang sing kesawang. Hidup sejatinya hanya persoalan memandang sebuah pandangan. Kita selalu memandang apa yang ada di permukaan saja dan apa yang ingin kita pandang saja.

Padahal seringkali kesuksesan, kebahagiaan dan kesempurnaan hidup didapat seseorang dari hantaman badai. Perjuangan hidup, air mata, dan kesulitan yang bertubi datangnya. Kesulitan yang tidak pernah nampak di pandangan semua mata. Pandangan yang hanya sawang sinawang. Tanpa pernah berusaha atau repot melongok sedikit lebih ke dalam.

So, be kind. Be kind.

Fotografer: Ni Ketut Widhiyani

rumahmediagrup/rereynilda

2 thoughts on “Sawang Sinawang

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.