The Plumber Called … Bunda


The Plumber Called … Bunda

“Panggil plumber please, Bunda”

Demikian titah tuan besar kala dua hari yang lalu mendapati flush toilet yang tidak berfungsi dengan baik. Ditambah lagi kamar mandi yang lubang pembuangannya tersumbat, sehingga toilet seperti kebanjiran.

Mengharapkan suami saya membetulkannya, adalah harapan yang akan berujung sia-sia. Karena ia sibuk sekali bekerja dan akhir Minggu adalah jadwalnya beristirahat, hingga saya tidak ingin mengganggunya.

Ia biasanya akan menyuruh saya memanggil tukang pipa atau plumber untuk mengurusi masalah penyumbatan di rumah. Namun seperti biasa saya pasti ngeyel dan akan bilang, “Nanti saya coba cek dulu. Siapa tahu saya bisa memperbaiki tanpa perlu memanggil plumber dan harus keluar uang. Sayang, kan.”

Saya sudah pasti akan berusaha dan mencari cara terlebih dahulu, walau kadang terlihat sulit dan tidak mungkin bisa. Yang penting usaha saja dulu. Perkara sukses atau tidak, itu urusan belakangan.

Jadilah hari itu saya mengutak-atik tempat penampungan air toilet. Bergaya bak tukang profesional, saya membawa satu kotak peralatan bertukang yang ada di rumah.

Ternyata, masalahnya ada di salah satu bagian yang seharusnya mengalirkan air dari dalam kotak penampungan itu. Ia dalam posisi miring, sehingga tidak bisa memompa air keluar. Gampang ini, mah! Utak-atik sedikit, beres!

Flush toilet pun akhirnya lancar jaya. One done, another one to go.

Siang harinya, ketika saya harus keluar untuk belanja kebutuhan dapur, saya membeli cairan untuk membersihkan pipa dalam kamar mandi yang tersumbat. Sambil membaca kandungan dan kegunaan dari beberapa pilihan cairan declogger, saya putuskan untuk membeli 1 jenis yang terlihat bagus.

Sesampainya di rumah, kembali saya mengutak-atik pipa pembuangan kamar mandi. Menyiramkan cairan declogger, mendiamkannya semalaman, dan menyiramkan air panas keesokan pagi nya.

Done! Beres lagi!

Tempat pembuangan air di kamar mandi akhirnya mengalir dengan lancar. Dompet saya pun aman sejahtera.

Jasa pemanggilan plumber di Singapura bukannya murah. Untung ada plumber import dari Indonesia. Hahahaha!

Kadang saya bersyukur tumbuh sebagai seorang yang ngeyelan dan punya kemauan keras. Saya tidak akan menyerah dengan mudah, walaupun kelihatannya tidak mungkin saya lakukan. Buat saya nothing is impossible. Tidak ada yang tidak mungkin. Hanya butuh sedikit usaha dan kenekatan.

Anda butuh jasa pembetulan segala rupa 24 jam?

Panggil saja … Bunda.

Much love,

Reyn’s Drain

3 thoughts on “The Plumber Called … Bunda

Leave a Reply to Rhea Ilham Nurjanah Cancel reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.