It’s Okay To Not Okay


It’s Okay To Not Okay

Selamat pagi jiwa-jiwa yang bahagia!

Pernahkah merasa harimu begitu menjengkelkan ketika bangun tidur? Bahkan berlanjut hingga menjelang malam hari sebelum tidur? Saya pernah.

Ya. Saya yang nampak bahagia dan selalu punya sisi positif dari setiap peristiwa ini. Saya juga mengalami pasang surut hati dan mental sama seperti manusia pada umumnya. Ketika sisi positif mendadak surut dan merasa rapuh, saya sama juga break down nya seperti kebanyakan orang.

Bedanya hanya, saya tidak berusaha memperlihatkannya ke hadapan orang lain selain orang rumah. Kasihan mereka, ya. Hahaha. I Love You All! I can’t thank You enough for dealing with me every single days.

Saya hanya berpikir, masalah datang itu wajar. Kalau hidup tanpa masalah, bagaimana manusia bisa belajar. Walau masalah kadang bisa membuat seseorang either becoming better or bitter. Menjadi lebih baik atau makin menyebalkan. Tinggal pilih.

Saya sih, pilih jadi lebih baik. Caranya, dengan tidak mengumbar semua masalah dan kesedihan saya di depan khalayak ramai. Karena buat saya, masalah yang ditulis kemudian dibaca berulang kali baik oleh kita sendiri maupun orang lain, akan membuatnya menjadi semakin buruk. Karena repetition itu lama-lama akan melekat di dalam pikiran dan perasaan kita. Ini kalau saya, sih.

Jadi semakin banyak saya menghadapi sebuah masalah, saya justru semakin rajin mengalihkannya menjadi sesuatu yang bertolak belakang. Misalnya ketika sakit melanda. Untuk mengalihkan rasa sakit itu, saya biasanya malah bebenah rumah. Membongkar gudang, menata ulang kamar atau ruangan, atau membuat sebuah karya baru.

Beruntung saya memiliki banyak sekali hobi, yang banyak saya pelajari secara otodidak. Kuncinya dengan being humble. Lewat kerendahan hati segala ilmu pasti terserap dengan mudah. Percayalah.

Lantas bagaimana dengan masalah yang ada?

Masalah datang dengan solusi. Solusi datang ketika dicari. Buka hati dan perbaiki diri untuk menerimanya, karena masalah tidak perlu dihindari. Hadapi dan langsung habisi. Hahaha! Serem amat.

It’s okay to say that you are not okay. Jujur saja pada diri sendiri ketika kita memang sedang tidak dalam kondisi baik. Tidak perlu menghindari bahkan menipu diri. Namun tidak perlu seluruh dunia tahu apa yang sedang kita hadapi. Percayalah, energi positif yang kita sebarkan akan berbalik kepada diri sendiri.

Sehingga masalah besar bisa kita kecilkan, masalah kecil tinggal kita hilangkan. Tidak ada masalah? Jangan cari-cari susah.

Pagi ini saya cuma mau bilang, I’m not okay but I will make it okay. Mungkin saya akan membuat sesuatu lagi hari ini.

How about you?

Much Love,

Reyn’s Drain

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.