Leadership


Leadership

“Bunda, I’m going for a Camp next week.

Lara, bukan anak yang suka menonjolkan diri. Ia begitu pendiam dan cenderung pemalu. Hobinya bermain piano dan menggambar. Mata pelajaran yang ia suka di sekolah adalah kesusastraan dan sejarah. Nilainya sempurna ketika ujian akhir tiba.

Suatu hari, ia pulang sekolah dan menyodorkan secarik kertas permohonan izin. Dengan hati-hati saya membaca isinya, dan lumayan terperanjat. Ia terpilih sebagai salah seorang kandidat SC atau Student Council, semacam OSIS di Indonesia. Antara percaya dan tidak, saya memperhatikan putri sulung saya yang pendiam itu.

Rasa terkejut saya belum lagi hilang, muncul sepucuk surat dari MOE (Ministry Of Education) atau Kementrian Pendidikan Singapura. Putri saya mendapat EAGLES Award, karena ia menunjukkan good leadership and service to the community.

Wow! Saya kaget sekali.

Si pendiam ini mendapat penghargaan atas jiwa kepemimpinan yang baik dan pelayanannya kepada masyarakat. Untuk itu, pemerintah memberikan sejumlah uang sebagai bentuk penghargaan kepadanya.

Good job, Lara.

Hari ini, ia berangkat berkemah dengan semua calon anggota Student Council lainnya. Dengan membawa tas besar berisi semua kebutuhan pribadinya, ia melangkah dengan tenang dan percaya diri. Tanpa sedikit pun keluhan keluar dari bibirnya. Bangga melihatnya, walau terbersit sedikit cemas di hati. Takut ia mengalami perundungan dari para senior, seperti yang banyak terjadi.

Ingatan saya kemudian melayang ke dua puluh tahun lalu. Saya juga pernah berangkat berkemah, untuk mengikuti Latihan Dasar Kepemimpinan bagi calon anggota OSIS sewaktu SMA. Kamu Bunda banget, Kak. Semoga perkemahanmu hari ini, sama serunya dengan yang Bunda alami dulu.

Sekarang saya merasa kesepian. Baru saja tadi siang saya melepasnya berkemah, sekarang saya sudah mulai rindu. Si pendiam yang biasanya tang ting tung di depan piano, atau tertawa lepas melihat tingkah polah adik-adiknya. Sepi rasanya rumah tanpamu, Kak.

Baik-baik ya di sana, jangan lupa salat, jaga diri, dan selalu rendah hati.

Semoga semua nilai positif yang kerap Bunda ajarkan padamu, bersama kemandirian dan disiplin diri, bisa kamu terapkan ketika jauh seperti ini. Bunda hanya ingin memastikan kalian semua tumbuh menjadi manusia-manusia dewasa yang bertanggung jawab dan berguna bagi sekitar.

Seorang pemimpin adalah mereka yang bisa memberikan contoh terbaik kepada para pengikutnya, Nak. Bukan hanya dengan kata, tapi juga laku dan gerak. I hope I raise you right.

Much Love,

Reyn’s Drain

3 thoughts on “Leadership

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.