Jadi Petinju – Be You


Jadi Petinju – Be You Pagi ini saya melihat sebuah iklan perawatan kulit wajah yang singkat namun cukup menyentuh. Paling tidak bagi saya. “Aku harus jujur pada Mama.” ujar seorang gadis muda berhijab yang sedang menghapus foundation yang menutupi lebam di pipinya. Ia diceritakan sedang gemar berlatih tinju namun tidak berani mengatakan pada sang Mama. […]

Mudik – Day 5 (Learn Relearn)


Mudik – Day 5 (Learn Relearn)

Mudik, menjadi kesempatan saya untuk charging tubuh dan kepala. Ibarat gawai yang sudah low batt dan butuh diisi kembali untuk bisa beroperasi dengan baik. Begitulah rasanya diri ini yang butuh sekali shutting down sebentar untuk kemudian terisi kembali dan keluar dengan kesegaran lebih.

Saya bahkan sempat mengalami kesulitan untuk menulis ketika berada di rumah Eyang selama mudik ini. Rasanya begitu sulit menuangkan ide maupun rasa ke dalam deretan aksara. Butuh extra effort dan sruputan secangkir kopi hitam buatan Eyang Mama. Kopi hitam berampas khas adukan Eyang Mama yang tidak pernah berhasil saya duplikasi. Mungkin cinta dalam setiap adukannya yang tidak pernah berhasil saya tuangkan.

Anyways, saya juga tidak mau totally mengistirahatkan kepala selama mudik. Saya tetap butuh melakukan sesuatu, dan tetap butuh menuangkan ide di antara kesibukan saya bertemu para sahabat serta menikmati libur panjang. Pilihan saya jatuh pada mengenalkan hobi untuk keponakan perempuan yang paling besar.

Saya mengenalkannya pada tehnik wire weaving dan uv resin yang akhir-akhir ini menjadi hobi saya di rumah dan akan menjadi kegiatan baru saya.

“Nanti kalau Caca sudah pintar, bisa bikin sendiri dan jadi sumber penghasilan. Jual saja pada teman-temanmu di sekolah. Seru, kan?” ujar saya padanya.

Akhirnya saya mengajarkan beberapa tehnik dasar memintal kawat, membuat gantungan kunci dari resin, dan membuat gelang persahabatan yang sedang hits. Ia menyerap semua pelajaran dengan baik dan cepat.

Binar matanya begitu membahagiakan. Mungkin ia juga butuh constructive outlets sebagai penyeimbang kesibukannya di sekolah menjelang ujian akhir semester. Sementara saya, butuh kegiatan untuk melemaskan jemari dan lengan yang sudah mulai terlena kemalasan sebagai efek mudik.

Bagaimana tidak malas, jika setiap pagi dan belum lagi gosok gigi, sudah ada seorang Ibu yang sibuk di dapur kemudian menghampiri seraya berkata, “Kopimu, Nak.”

How I love mudik!

(Bersambung)

rumahmediagrup/rereynilda

Mudik – Day 3


Mudik – Day 3 “Kak, do you want to follow me today?” “Where are we going, Bunda?” “Hair salon.” “But I don’t want to cut my hair.” “Kakak, nanti rambutnya tumbuh lagi tak?” *** Mudik tidak selalu membuat semua orang bahagia. Pulang ke rumah Eyang biasanya membuat 2 bocah perempuan deg-deg an. Ahhh, bunda pasti […]

Mudik – Day 2


Mudik – Day 2 “Anterin gue ke Asemka, yuk.” “Asemka aja?” “Iya.” “Okay.” Hari kedua kedatangan saya di Jakarta dan seorang sahabat bersedia membawa saya mengunjungi sentra bahan baku asesoris yang cukup terkenal. Asemka. Rencananya saya hanya akan mengunjungi satu toko saja di sana. Kelihatannya toko itu sangat lengkap dan saya bisa menemukan semua yang […]

Mudik – Day 1


Mudik – Day 1 “Nak, kamu mau makan apa? Mama mau masak, nih.” “Nggak usah, Ma. Aku mau jajan.” — Sate Padang menjadi kuliner awal mudik yang saya nikmati di rumah. Makanan kesukaan saya yang dibelikan Papa di gerobak dorong abang-abang dekat rumah. Jangan tanya rasanya. Maknyusss! Apalagi setelah lebih dari 4 jam saya berada […]

Mudik – Selamat Makan, Suami! (1)


Mudik – Selamat Makan, Suami! (1) Libur telah tiba … libur telah tiba … hore … hore … hore! Akhir tahun jadwal libur sekolah berarti jadwal saya mudik ke rumah Eyang. Berarti jadwal saya juga beristirahat dari rutinitas rumah tangga. Rutinitas yang sebenarnya sudah tidak terlalu menghabiskan waktu karena anak-anak yang beranjak besar dan sangat […]

Too Good To Be True … Not


Too Good To Be True … Not Beberapa pembaca cerita saya mungkin beranggapan bahwa apa yang saya bagikan selama ini hanya fiksi. Bukan cerita sebenarnya alias khayalan seorang emak semata. Karena terdengar terlalu sempurna atau seringkali terlalu manis. Banyak yang tidak tahu bahwa di balik semua cerita seru tentang putra putri saya, ada seorang istri […]

Attitude


Attitude Pagi tadi, saya menghadiri acara pembagian nilai ujian akhir di sekolah Lana. Setelah mengawalinya dengan beberapa kata sambutan, tiba saatnya para wali kelas membagikan buku rapot dan lembar nilai masing-masing murid. Saya hanya duduk di deretan bangku para orang tua dan mengamati putri saya dari jauh, ketika sang guru bergantian memanggil satu persatu murid […]

PSLE – The Result … The Beginning


PSLE – The Result … The Beginning Primary School Leaving Exam atau ujian akhir untuk murid Sekolah Dasar. Momok bagi sebagian murid dan orang tua di Singapura. Saya? Santai saja. Hahaha. Saya bahkan tidak berusaha memaksa anak-anak untuk belajar di malam sebelum ujian berlangsung. Saya hanya berbicara pada mereka dari hati ke hati dan bilang, […]

Bahagia Si Tukang Sampah


Bahagia Si Tukang Sampah “Bunda, did you throw all of my stuffs?” “Which one?” “Those in my bag.” “Yes, I did.” “Why? Do you know how long I spent to make them?” “You mean those sampah?” “Those are not sampah. Those are my stuffs, Bunda!” “Those are just torn papers and broken stationaries! I kept […]